GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Tiga Bentang Alam Ini Bisa Jadi Andalan Geowisata di Riau

Tiga Bentang Alam Ini Bisa Jadi Andalan Geowisata di Riau

Tiga Bentang Alam Ini Bisa Jadi Andalan Geowisata di Riau Reporter: Riyan Novitra (Kontributor) …

Tiga Bentang Alam Ini Bisa Jadi Andalan Geowisata di Riau

Tiga Bentang Alam Ini Bisa Jadi Andalan Geowisata di Riau Reporter:

Riyan Novitra (Kontributor)

Editor:

Tulus Wijanarko

Selasa, 30 Oktober 2018 19:25 WIB
Wisatawan antusias melihat warga ikuti tradisi Panen Ikan Lubuk Larangan di sungai Subayang, Desa Tanjung Belit, Kampar Kiri, Riau, 17 Agustus 2015. Dalam tradisi, warga diminta tidak mengambil ikan di aliran sungai yang sudah disepakati sebagai lubuk larangan selama satu tahun. TEMPO/Riyan Nofitra

Wisatawan antusias melihat warga ikuti tradisi Panen Ikan Lu buk Larangan di sungai Subayang, Desa Tanjung Belit, Kampar Kiri, Riau, 17 Agustus 2015. Dalam tradisi, warga diminta tidak mengambil ikan di aliran sungai yang sudah disepakati sebagai lubuk larangan selama satu tahun. TEMPO/Riyan Nofitra

TEMPO.CO, Pekanbaru - Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) mendorong potensi alam Provinsi Riau menjadi Geowisata. Tiga daerah di Riau dinilai memiliki bentang alam indah yang diharapkan mampu mendorong perekonomian masyarakat dari sektor wisata berbasis geologi.

"Khusus untuk Riau, kami sudah melakukan pemetaan yang patut dikembangkan sebagai geowisata," kata Ketua Panitia Pertemuan Ilmiah IAGI, Husnul Kausarian, Senin, 30 Oktober 2018.

Menurut Husnul, yang juga dosen Ilmu Geologi Universitas Islam Riau ini, terdapat tiga daerah di Riau yang memiliki bentangan alam mirip dengan Sumatera Barat. Ketiga lokasi itu adalah Kampar, Rokan Hulu dan Pelala wan. Hal itu tidak terlepas dari letak geografis daerah yang berbatasan langsung dengan provinsi tetangga itu. "Riau tidak melulu soal migas tapi ada geowisata yang cukup besar.”

Husnul mencontohkan, kawasan wisata Ulu Kasok di Kampar. Tempat wisata yang dijuluki Raja Ampat Riau itu terbentuk dengan sendirinya setelah pembangunan bendungan Koto Panjang yang menghasilkan sedimentasi hingga membentuk pulau-pulau di atas air.

Tidak jauh dari Ulu Kasok terdapat air terjun Gulamo yang begitu jernih di tengah hutan alam yang masih asri. Pemandangan alam cukup menakjubkan akan hadir begitu menyusuri sungai Gulamo yang diapit bebatuan menyerupai Green Canyon.

Sedangkan di Kampr Kiri, aliran sungai Subayang dinilai mirip seperti Ngarai Sianok di Bukittinggi. Aliran sungai yang membelah bukit dengan hutan alamnya yang hijau menyuguhkan pemandangan menakjubkan. Diujung sungai terdapat air terjun Pangkalan Kapas yang cukup tinggi. “Air terjun ini tertingg i di Sumatera," katanya.

Husnul berharap, pemerintah setempat dapat memperhatikan potensi alam tersebut. Bukan hanya mampu mendorong perekonomian masyarakat, melainkan dapat menambah pendapatan daerah melalui sektor pariwisata.

Pengembangan Geowisata Riau menjadi tema khusus dalam pertemuan Ilmiah IAGI 2018 di Pekanbaru, Riau. Sebanyak 250 makalah dari 650 ahli gelogi bakal dipresentasikan baik soal mitigasi bencana, pengembangan sumber daya alam maupun geowisata.

RIYAN NOFITRA (Riau)

Lihat Juga


Terkait Rekomendasi
  • Awal November, Yogyakarta Menggelar Vegan Festival

    Awal November, Yogyakarta Menggelar Vegan Festival

    12 jam lalu
  • Tangkiang dan Dangau, Bangunan Adat Suku Semende yang Tahan Gempa

    Tangkiang dan Dangau, Bangunan Adat Suku Semende yang Tahan Gempa

    13 ja m lalu
  • Dampak Beragam Festival, Omzet Penjualan Batik Banyuwangi Melejit

    Dampak Beragam Festival, Omzet Penjualan Batik Banyuwangi Melejit

    14 jam lalu
  • Muncul Ide Menjadikan Lombok jadi Kawasan Mempelajari Gempa

    Muncul Ide Menjadikan Lombok jadi Kawasan Mempelajari Gempa

    15 jam lalu
  • Foto
  • Keriuhan Perang Tomat di Bandung Barat

    Keriuhan Perang Tomat di Bandung Barat

    2 hari lalu
  • Menikmati Keindahan Pemandangan Danau Derborence di Swiss

    Menikmati Keindahan Pemandangan Danau Derborence di Swiss

    3 hari lalu
  • Mengenal Berbagai Tradisi yang Digelar di Boyolali Pada Oktober

    Mengenal Berbagai Tradisi yang Digelar di Boyolali Pada Oktober

    3 hari lalu
  • Dukutan, Tradisi di Kaki Gunung Lawu yang Terus Dilestarikan

    Dukutan, Tradisi di Kaki Gunung Lawu yang Terus Dilestarikan

    3 hari lalu
  • Video
  • Berkeliling Putrajaya, Kota Berkonsep Masa Depan

    Berkeliling Putrajaya, Kota Berkonsep Masa Depan

    3 hari lalu
  • Bukit Bintang, Surga Wisata Belanja di Kuala Lumpur

    Bukit Bintang, Surga Wisata Belanja di Kuala Lumpur

    3 hari lalu
  • Keindahan Arsitektur Masjid Putra di Malaysia

    Keindahan Arsitektur Masjid Putra di Malaysia

    11 hari lalu
  • Menjelajahi Kuliner Legendaris Bogor

    Menjelajahi Kuliner Legendaris Bogor

    11 hari lalu

  • terpopuler
  • 1

    Ada t Suku Semende, Berburu Babi untuk Menjalin Kekerabatan

  • 2

    Belum Ada Titik Temu Perubahan Manajemen Lalu lintas di Malioboro

  • 3

    Bentang Alam Belitung Cocok untuk Pengembangan Nomadic Tourism

  • 4

    Pemerintah Suriah Membuka Kembali Museum Nasional

  • 5

    Muncul Ide Menjadikan Lombok jadi Kawasan Mempelajari Gempa

  • Fokus
  • Beda Pandangan Politik, Pendukung Trump Kirim Sejumlah Bom Pipa

    Beda Pandangan Politik, Pendukung Trump Kirim Sejumlah Bom Pipa

  • Harapan Tersisa soal Putusan Bawaslu DKI soal Videotron Jokowi

    Harapan Tersisa soal Putusan Bawaslu DKI soal Videotron Jokowi

  • Sunjaya Ditahan, Nasib Pemerintahan    di Pundak Plh Bupati Cirebon

    Sunjaya Ditahan, Nasib Pemerintahan di Pundak Plh Bupati Cirebon

  • MRT Ingin Ambil Jalur Gemuk, Transjakarta Ngotot  Bertahan

    MRT Ingin Ambil Jalur Gemuk, Transjakarta Ngotot Bertahan

  • Terkini
  • Tiga Bentang Alam Ini Bisa Jadi Andalan Geowisata di Riau

    Tiga Bentang Alam Ini Bisa Jadi Andalan Geowisata di Riau

    11 jam lalu
  • Awal November, Yogyakarta Menggelar Vegan Festival

    Awal November, Yogyakarta Menggelar Vegan Festival

    12 jam lalu
  • Tangkiang dan Dangau, Bangunan Adat Suku Semende yang Tahan Gempa

    Tangkiang dan Dangau, Bangunan Adat Suku Semende yang Tahan Gempa

    13 jam lalu
  • Dampak Beragam Festival, Omzet Penjualan Batik Banyuwangi Melejit

    Dampak Beragam Festival, Omzet Penjualan Batik Banyuwangi Melejit

    15 jam lalu
  • Muncul Ide Menjadikan Lombok jadi Kawasan Mempelajari Gempa

    Muncul Ide Menjadikan Lombok jadi Kawasan Mempelajari Gempa

    16 jam lalu
  • Pemerintah Suriah Membuka Kembali Museum Nasional

    Pemerintah Suriah Membuka Kembali Museum Nasional

    17 jam lalu
  • Adat Suku Semende, Berburu Babi untuk Menjalin Kekerabatan

    Adat Suku Semende, Berburu Babi untuk Menjalin Kekerabatan

    21 jam lalu
  • Bentang Alam Belitung Cocok untuk Pengembangan    Nomadic Tourism

    Bentang Alam Belitung Cocok untuk Pengembangan Nomadic Tourism

    22 jam lalu
  • Belum Ada Titik Temu Perubahan Manajemen Lalu lintas di Malioboro

    Belum Ada Titik Temu Perubahan Manajemen Lalu lintas di Malioboro

    22 jam lalu
  • Pasca Kebakaran, Jalur Pendakian Gunung Merbabu Dibuka November

    Pasca Kebakaran, Jalur Pendakian Gunung Merbabu Dibuka November

    1 hari lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Sistem Kemudi Lion Air JT- 610 Sudah Bermasalah Sejak di Denpasar

    Pesawat Lion Air dengan registrasi PK - LQP dengan rute JT - 610 Jakarta menuju Pangkal Pinang, telah melaporkan masalah kemudi sejak dari Denpasar.

    Sumber: Berita Riau

    No comments