GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

40 WN Bangladesh di Riau Dideportasi

40 WN Bangladesh di Riau Dideportasi

JawaPos.com - Sebanyak 40 immigratoir warga negara (WN) Bangladesh akhirnya dideportasi ke negara asalnya. Sebelumnya, mereka ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru, Riau. K…

40 WN Bangladesh di Riau Dideportasi

JawaPos.com - Sebanyak 40 immigratoir warga negara (WN) Bangladesh akhirnya dideportasi ke negara asalnya. Sebelumnya, mereka ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru, Riau.

Kepala Divisi Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) Riau Mas Agus menjelaskan, immigratoir adalah istilah untuk pelaku pelanggaran peraturan keimigrasian yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Puluhan WN dipulangkan paksa karena melanggar peraturan itu.

Ada pun pelanggaran berupa tidak lengkapnya berkas keimigrasian dan dugaan akan ke Malaysia tanpa melalui pintu resmi imigrasi. "Pemulangan dilakukan dua tahap. Mereka dikirim ke Direktorat Jenderal Imigrasi di Jakarta terlebih dahulu sebelum ke negara asal," kata Agus di Pekanbaru, Kamis (6/9).

Tahap pertama, sebanyak 20 WN Bangladesh dideportasi pada 4 September lalu. Rinciannya, 15 orang dikirim Kantor Imigrasi Klas II Dumai. Sedangkan 5 orang lainnya dikirim Kantor Imigrasi Klas I Pekanbaru.

Mereka mendapatkan pengawalan dari 14 petugas Ditjen Imigrasi dan didukung 6 petugas dari Rudenim Pekanbaru. Pemindahan dilakukan melalui Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru menuju Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 175 sekitar pukul 11.05 WIB.

"Selanjutnya tahap kedua kami lakukan hari ini. Ada 20 immigratoir juga yang kami kirim ke Jakarta. 16 Orang dari Imigrasi Dumai dan sisanya (4 orang) dari Imigrasi Pekanbaru," beber Agus.

Pemindahan kedua dikawal 20 petugas. Terdiri atas 14 petugas Ditjen Imigrasi, 4 petugas Rudenim dan 2 petugas Divisi Keimigrasian Kemenkumham Riau. Pemindahan dilakukan melalui SSK II Pekanbaru menuju Bandara Soekarno- Hatta Jakarta, dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 177 pada pukul 13.00 WIB.

Sebelumnya, sebanyak 31 WN Bangladesh diamankan TNI AL Dumai pada akhir Juli 2018. Mereka berangkat dari Dhaka. Kemudian tiba di Kuala Lumpur, Malaysia. Selanjutnya ke Jakarta sekitar 20 Juli lalu dan berkeliling hingga tiba di Dumai. Selanjutnya diamankan pada 28 Juli.

Diduga, tujuan para WN Bangladesh yang terdiri atas 30 laki-laki dan seorang perempuan itu untuk pergi bekerja ke Malaysia secara ilegal. Saat diperiksa, 31 WN Bangladesh memiliki paspor yang masih berlaku hingga 2023. Artinya, paspor baru saja dibuat tahun ini.

Dari hasil pemeriksaan juga diketahui bahwa 11 WN Bangladesh memiliki tiket pesawat untuk kembali ke negara asalnya. Sedangkan 11 orang lainnya memiliki tiket kadaluwarsa. 9 Orang sisanya tidak memiliki tiket kembali.

(ica/JPC)

Sumber: Berita Riau

No comments