Presiden Penyair Indonesia Bertandang ke LAM Riau | Liputan 24 Riau
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Presiden Penyair Indonesia Bertandang ke LAM Riau

Posted by On 3:24 AM

Presiden Penyair Indonesia Bertandang ke LAM Riau

Presiden Penyair Indonesia Bertandang ke LAM Riau

Penyair nasional asal Riau Sutardji Calzoum Bachri dan sejumlah penyair lokal, nasional, dan negara jiran, melakukan kunjungan ke LAMR

Presiden Penyair Indonesia Bertandang ke LAM RiauDesain Tribun Pekanbaruilustrasi tribun

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penyair nasional asal Riau yang mendapat julukan Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri dan sejumlah penyair lokal, nasional, dan negara jiran, melakukan kunjungan ke Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Jumat petang (3/8). Kunjungan Sutardji ini sebagai salah satu rangkaian kegiatan Peringat an Hari Puisi Nasional tahun 2018 yang mengambil tema "Puisi Merawat Tradisi".

Kehadiran Sutardji di Balai Adat Melayu Riau bersama penyair Riau Fakhrunnas MA Jabbar dan sejumlah penyair lainnya itu diterima oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk Seri Al azhar, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) Datuk Syahril Abubakar, Sekretaris Umum MKA Datuk Taufik Ikram Jamil, dan sejumlah pengurus LAMR lainnya.

Baca: Persiraja vs PSPS, Bertahan di PSPS Suporter Beri 10 Jempol untuk Pemain Pelatih hingga Fisioterapis

Ketua Umum MKA LAMR Datuk Seri Al azhar pada kesempatan tersebut menceritakan secara singkat mengenai Balai Adat Melayu Riau yang dibangun tahun 1982 yang menjadi pusat atau rumah besar bagi masyarakat Riau bukan saja bagi masyarakat Melayu tetapi juga bagi masyarakat berbilang suku di Riau.

"Paguyuban berbagai suku bangsa di Indonesia yang bermukim di Riau juga bernaung menjadi bagian dari rumah besar antara suku yang ada di Riau ini paling tidak selama 48 tahun sejak LAMR berdiri pada 6 Juni 1970 tidak ada konflik sampai kepada kekerasan,"kata Al azhar.

Menurut Al azhar, jika Sutardji mengarang puisi Tanah Air Mata, maka Balai Adat adalah rumah air mata karena yang dibawa orang ke rumah adat ada masalah.

"Orang kecil yang datang ke sini seperti beberapa kelompok masyarakat adat yang tanahnya yang dirampas perusahaan yang mendapat izin dari pemerintah. Kita menjadikan hati kita sebagai baskom atau wadah untuk menampung air mata mereka,"ujar Al azhar.

Baca: Persiraja vs PSPS Liga 2 2018, Kondisi PSPS Compang Camping Saat Tantang Persiraja

Sutardji dalam kesempatan itu mengatakan sebagai penyair datang ke majelis adat, mengutip puisi Chairil Anwar, orang seperti binatang jalang dari kumpulan yang terbuang.

"Tentu tidak akan ingin ke tempat adat itu saya kira. Jadi akan aneh sekali melihat kita ini. Namun Chairi l tetap dihargai sebagai seniman besar," ujarnya.

Penyair kelahiran Rengat, Indragiri Hulu, 24 Juni 1941 ini mengatakan zaman berubah dan penyair mengisi pemaknaan Indonesia ini dengan nilai-nilai baru dimana tradisi mendapat tempat. Dalam hal ini, penyair merawat tradisi, membela tradisi, bisa juga membesarkan tradisi.

"Setelah kita buktikan bahwa penyair adalah buah hati daripada tradisi, buah hati dari masyarakatnya. Kita bukan binatang jalang. Dialah buah hatinya. Dialah menghibur masyarakat tradisionalnya karena berasal dari akar rumputnya. Dia bersatu dengan tradisi,"kata Sutardji.

Penerima anugerah hadiah South East Asia Writer Awards atas prestasinya dalam sastra di Bangkok, Thailand tahun 1979 ini mengatakan penyair menulis tidak di atas kertas kosong tetapi di atas kertas yang telah diisi oleh-oleh ayat-ayat tradisi.

Ia juga berpesan agar generasi muda bisa memaknai dan belajar terhadap tradisi yang tentunya bisa untuk berkreasi j uga. (rls)

Penulis: Nasyuha Editor: Ariestia Sumber: Tribun Pekanbaru Ikuti kami di Kasus Video Porno Ariel Kembali Bergulir, Status Tersangka Luna Maya dan Cut Tari Dipraperadilankan Sumber: Berita Riau

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »