KPK Sebut Punya Bukti Aliran Suap PLTU Riau-1 ke Sofyan Basir | Liputan 24 Riau
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

KPK Sebut Punya Bukti Aliran Suap PLTU Riau-1 ke Sofyan Basir

Posted by On 3:35 AM

KPK Sebut Punya Bukti Aliran Suap PLTU Riau-1 ke Sofyan Basir

KPK: Satu Saksi Suap PLTU Riau-1 Sebut Keterlibatan Sofyan Basir Reporter:

M Rosseno Aji

Editor:

Rina Widiastuti

Jumat, 31 Agustus 2018 13:22 WIB
Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir bergegas meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan terkait dengan dugaan suap kontrak kerja sama pembangunan proyek PLTU Riau-1 pada Selasa, 7 Agustus 2018. ANTARA

Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir bergegas meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan terkait dengan dugaan suap kontrak kerja sama pembangunan pr oyek PLTU Riau-1 pada Selasa, 7 Agustus 2018. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengatakan lembaganya belum memiliki cukup bukti untuk menetapkan Direktur Utama PLN Sofyan Basir menjadi tersangka kasus dugaan suap PLTU Riau-1. "Ya sejauh ini memang belum cukup alat bukti lah, untuk menghubungkan penerimaan uang itu dengan Dirut PLN," kata dia di Jakarta, Jumat, 31 Agustus 2018.

Baca: KPK Selidiki Peran Sofyan Basir dalam Kasus Suap PLTU Riau-1

Meski begitu Alex mengatakan ada satu keterangan saksi yang menyebutkan soal adanya janji tersebut. "Belum cukup alat bukti saya bilang. Apakah ada keterangan? Ya ada keterangan satu orang saksi," kata dia.

Baca: KPK Dalami Pertemuan Sofyan Basir dengan Tersangka Suap PLTU Riau

KPK menyatakan akan terus mendalami peran Sofyan d alam kasus ini. KPK akan kembali memeriksa pimpinan perusahaan listrik itu dalam waktu dekat, sebagai saksi untuk Idrus Marham. "Ada sejumlah saksi yang masih akan diperiksa untuk tersangka IM. Ya, tentu termasuk Dirut PLN," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah. Sejauh ini, KPK sudah memeriksa Sofyan sebanyak dua kali.

Penyidik KPK bersiap memasuki lift untuk memeriksa ruang direksi di kantor pusat PLN di Jakarta, Senin, 16 Juli 2018. Penggeledahan ini dilakukan tak lama usai Direktur Utama PLN, Sofyan Basir mengelar konferensi pers di kantornya yang menyatakan akan kooperatif dengan proses hukum yang tengah ditangani KPK. TEMPO/Tony Hartawan

Kasus ini mulai menyeret nama Sofyan saat KPK menggeledah rumahnya pada pertengahan Juli lalu. Penggeledahan dilakukan menyusul tertangkapnya Eni dan Kotjo dalam operasi senyap yang dilakukan KPK.

Kotjo diduga berjanji memberikan imbalan sebesa r 2,5 persen dari nilai total proyek sekitar Rp 12,8 triliun kepada Eni jika proyek PLTU Riau-1 digarap perusahaannya, PT Samantaka Batubara. KPK menduga Eni tidak sendiri mendapat janji itu.

Baca: Eni Saragih: Ada Pertemuan antara Penyuapnya dengan Dirut PLN

Dalam penggeledahan di rumah Sofyan, tim menyita kamera pengawas dan sejumlah dokumen mengenai proyek PLTU Riau-1. Ada dugaan rumah Sofyan pernah menjadi lokasi pembahasan proyek.

Pengacara Eni Saragih, Pahrozi, membenarkan bahwa kliennya pernah membahas proyek PLTU Riau-1 di rumah Sofyan bersama dengan Kotjo. Eni, kata dia, juga kerap bertemu Sofyan setidaknya di empat lokasi lainnya. "lsi pembahasannya kurang-lebih sama, soal mengatur proyek,รข€œ kata dia kepada Tempo, Kamis, 30 Agustus 2018.

Menurut Pahrozi, pertemuan tiga orang itu sudah kerap dilakukan sejak pertengahan tahun lalu. Baru awal tahun ini pertemuan makin intens digelar. Dalam satu lokasi yang sama, pertemua n dilakukan lebih dari dua kali. Kadang-kadang, ldrus Marham ikut hadir.

Baca: Idrus Marham Tersangka, Bos PLN Sofyan Basir Bakal Diperiksa KPK

Tidak semua inisiatif pertemuan datang dari Eni atau Kotjo. Ada kalanya Sofyan, sebagai orang yang berwenang menunjuk langsung konsorsium penggarap proyek, aktif meminta bertemu. Salah satunya, kata dia, pertemuan di BRI Lounge yang dihadiri oleh Eni, Sofyan, dan Kotjo. "Dalam pertemuan di BRI itu disepakati soal fee 2,5 persen," ujar Pahrozi. Meski begitu, Pahrozi belum bisa memastikan apakah sudah ada duit yang mengalir ke Sofyan.

Sofyan Basir enggan menjawab tudingan soal keterlibatannya dalam korupsi proyek PLTU Riau-1. Ia juga menjawab singkat ketika ditanya soal pertemuan yang ia hadiri bersama para tersangka. "Soal itu tanya ke aparat saja," kata dia.

Catatan: Isi berita dan judul telah diubah karena ada koreksi pada Jumat, 31 Agustus 2018 pukul 16.15 WIB.

Lihat Juga


Terkait
  • Diperiksa Sebagai Tersangka, Idrus Marham Siap Ditahan KPK

    Diperiksa Sebagai Tersangka, Idrus Marham Siap Ditahan KPK

    2 jam lalu
  • Eni Saragih Selalu Lapor ke Idrus Marham Soal Suap PLTU Riau-1

    Eni Saragih Selalu Lapor ke Idrus Marham Soal Suap PLTU Riau-1

    2 jam lalu
  • KPK Periksa Idrus Marham untuk Dalami Kasus Proyek PLTU Riau-1

    KPK Periksa Idrus Marham untuk Dalami Kasus Proyek PLTU Riau-1

    5 jam lalu
  • Pejabat yang Terima Tiket Asian Games Gratis Diimbau Lapor ke KPK

    Pejabat yang Terima Tiket Asian Games Gratis Diimbau Lapor ke KPK

    8 jam lalu
  • Rekomendasi
  • Mahar Politik Sandiaga Tidak Terbukti, Fadli Zon: Sudah Benar Itu

    Mahar Politik Sandiaga Tidak Terbukti, Fadli Zon: Sudah Benar Itu

    2 jam lalu
  • Kapolri: Penembakan Polisi di Cirebon Balas Dendam Anggota JAD

    Kapolri: Penembakan Polisi di Cirebon Balas Dendam Anggota JAD

    3 jam lalu
  • Gempa 5,1 SR Guncang Mataram, NTB

    Gempa 5,1 SR Guncang Mataram, NTB

    5 jam lalu
  • Bawaslu: Dugaan Mahar Politik Sandiaga Tak Terbukti

    Bawaslu: Dugaan Mahar Politik Sandiaga Tak Terbukti

    6 jam lalu
  • Foto
  • Jokowi Lepas Ratusan Kontingen Garuda TNI ke Kongo dan Lebanon

    Jokowi Lepas Ratusan Kontingen Garuda TNI ke Kongo dan Lebanon

    3 jam lalu
  • Dukungan Tokoh Keberagaman untuk Meliana

    Dukungan Tokoh Keberagaman untuk Meliana

    20 jam lalu
  • Ini Wajah-wajah Tersangka OTT PN Medan

    Ini Wajah-wajah Tersangka OTT PN Medan

    1 hari lalu
  • Detik-detik Jokowi, Prabowo, dan Juara Pesilat Hanifan Berpelukan

    Detik-detik Jokowi, Prabowo, dan Juara Pesilat Hanifan Berpelukan

    1 hari lalu
  • Video
  • Ma'ruf Amin Pastikan Yusuf Mansur Bergabung di Tim Sukses

    Ma'ruf Amin Pastikan Yusuf Mansur Bergabung di Tim S ukses

    1 jam lalu
  • Puan Maharani Sebut Tiga Kriteria Calon Ketua Timses Jokowi

    Puan Maharani Sebut Tiga Kriteria Calon Ketua Timses Jokowi

    5 jam lalu
  • Erick Thohir Disebut-sebut Calon Ketua Tim Sukses Jokowi

    Erick Thohir Disebut-sebut Calon Ketua Tim Sukses Jokowi

    22 jam lalu
  • Rekam Jejak Nicke Widyawati Bos Baru Pertamina

    Rekam Jejak Nicke Widyawati Bos Baru Pertamina

    22 jam lalu

  • terpopuler
  • 1

    Bawaslu: Dugaan Mahar Politik Sandiaga Tak Terbukti

  • 2

    KPK: Satu Saksi Suap PLTU Riau-1 Sebut Keterlibatan Sofyan Basir

  • 3

    Gempa 5,1 SR Guncang Mataram, NTB

  • 4

    Usman Hamid: Kabareskrim Baru Orang yang Tepat Ungkap Kasus Munir

  • 5

    Hakim PN Medan yang Vonis Meliana Promosi Jadi Ketua PN Serang

  • Fokus
  • Penutupan Asian Games, Terorisme dan Lalu Lintas Jadi Perhatian

    Penutupan Asian Games, Terorisme dan Lalu Lintas Jadi Perhatian

  • Tiga Fokus Nicke Widyawati Setel   ah Diangkat Jadi Dirut Pertamina

    Tiga Fokus Nicke Widyawati Setelah Diangkat Jadi Dirut Pertamina

  • Pemerintah Kembali Impor Beras, Ini Kata Kementan

    Pemerintah Kembali Impor Beras, Ini Kata Kementan

  • PM Imran Khan Galang Protes Soal Kontes Kartun Nabi Ala Wilders

    PM Imran Khan Galang Protes Soal Kontes Kartun Nabi Ala Wilders

  • Terkini
  • Timses Jokowi Minta Bawaslu Transparan soal Dugaan Mahar Politik

    Timses Jokowi Minta Bawaslu Transparan soal Dugaan Mahar Politik

    1 jam lalu
  • Pelapor Dugaan Mahar Politik Sandiaga Protes Putusan Bawaslu

    Pelapor Dugaan Mahar Politik Sandiaga Protes Putusan Bawaslu

    2 jam lalu
  • Mahar Politik Sandiaga Tidak Terbukti, Fadli Zon: Sudah Benar Itu

    Mahar Politik Sandiaga Tidak Terbukti, Fadli Zon: Sudah Benar Itu

    2 jam lalu
  • Diperiksa Sebagai Tersangka, Idrus Marham Siap Ditahan KPK

    Diperiksa Sebagai Tersangka, Idrus Marham Siap Ditahan KPK

    2 jam lalu
  • Yusuf Mansur Ungkap Kedekatannya dengan Kubu Jokowi dan Prabowo

    Yusuf Mansur Ungkap Kedekatannya dengan Kubu Jokowi dan Prabowo

    2 jam lalu
  • Pasangan Suami Istri Tewas di Ruang Besuk Lapas Lumajang

    Pasangan Suami Istri Tewas di Ruang Besuk Lapas Lumajang

    2 jam lalu
  • Eni Saragih Selalu Lapor ke Idrus Marham Soal Suap PLTU Riau-1

    Eni Saragih Selalu Lapor ke Idrus Marham Soal Suap PLTU Riau-1

    2 jam lalu
  • Disebut Masuk Timses Jokowi, Yusuf Mansur: Lebih Aman di Tengah

    Disebut Masuk Timses Jokowi, Yusuf Mansur: Lebih Aman di Tengah

    3 jam lalu
  • Kapolri Tito Bakal Minta Kabareskrim Periksa Lagi Kasus Munir

    Kapolri Tito Bakal Minta Kabareskrim Periksa Lagi Kasus Munir

    3 jam lalu
  • Ratu Tr   afficking Diana Aman Ditangkap di Tanjungbalai

    Ratu Trafficking Diana Aman Ditangkap di Tanjungbalai

    3 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Genosida Rohingya dan 5 Pembantaian Etnis di Era Modern

    Dalam laporan PBB, ada 6 jenderal yang disebut terlibat pembersihan etnis Rohingya, inilah genosida Rohingya dan 5 pembersihan etnis di era modern.

    Sumber: Berita Riau

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »