Mengenal PLTU Riau-1, Proyek Penjerat Anggota DPR Dalam ... | Liputan 24 Riau
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Mengenal PLTU Riau-1, Proyek Penjerat Anggota DPR Dalam ...

Posted by On 5:46 AM

Mengenal PLTU Riau-1, Proyek Penjerat Anggota DPR Dalam ...

JawaPos.com - Penyidik KPK pada Jumat (14/7) menangkap Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Enny Saragih. Politisi Golkar itu diduga menerima suap terkait proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Riau-1 sebesar Rp 500 juta.

Dilansir dari berbagai sumber, proyek PLTU Riau-1 memiliki 147 juta ton cadangan Batubara di Indonesia. Konsorsium dari proyek tersebut terdiri dari BlackGold, PT Pembangkitan Jawa-Bali, PT PLN Batubara (PLN BB) dan China Huadian Engineering Co., Ltd. (CHEC).

Perusahaan itu mengembangkan, membangun, mengoperasikan dan memelihara tambang batu bara mulut berukuran 2 x 300 MW pembangkit listrik Riau-1.

Konsorsium membentuk perusahaan patungan untuk Proyek Riau-1 guna menyelesaikan sebuah perjanjian offtake tetap jangka panjang dengan anak perusahaan BlackGold, Cuntuk memasok batubara ke Proyek Riau-1.

Seperti dilansir Straits Times, Sabtu (14/07), penelitian yang dilakukan oleh ahli geofisika memperlihatkan bahwa anak perusaan BlackGold Natural Resources, PT Samantaka Batubara memilki 55 juta ton cadangan batubara dan 92 juta ton dari konsesi lain.

BlackGold Natural Resources memanfaatkan cadangan sebesar 3,5 juta ton batubara per tahun untuk proyek Pembangkit Listrik Ranjau Mulut Riau-1. Cadangan tersebut memberi harapan dilanjutkannya rencana pemasokan batubara ke proyek Riau-1.

Blackgold merupakan perusahaan pertambangan batubara yang fokus pada Indonesia yang menargetkan Indonesia dengan pesat. Saat ini, Blackgold melalui anak perusahaannya, PT Samantaka Batubara, memiliki konsesi batu bara untuk area seluas 15.000 hektar, dan memiliki lebih dari 500 juta ton sumber daya batu bara.

Kepala Divisi Batubara PLN Harlen mengungkapkan, pembangunan proyek Riau-1 hingga saat ini masih belum dimulai. Pihaknya bahkan tidak mengetahui berapa besaran dari nilai proyek tersebut.

Hal ini menyebabkan beberapa kendala, sehingga membuat Johanes Kotjo yang merupakan salah satu pemegang saham Blackgold terlibat kasus suap kepada Enny guna memudahkan proyek Riau-1.

"Belum dimulai proyeknya. Enggak tau saya. Itu ada di divisi pengadaan," ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (14/7).

Sementara itu, Jawa Pos juga meminta konfirmasi kepada pihak PT PLN (Persero). Namun sayang, perseroan tidak merespon.

(hap/JPC)

Sumber: Berita Riau

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »