Evaluasi Dinkes Riau, Inilah 3 KabupatenTingkat Partisipasi ... | Liputan 24 Riau
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Evaluasi Dinkes Riau, Inilah 3 KabupatenTingkat Partisipasi ...

Posted by On 7:16 AM

Evaluasi Dinkes Riau, Inilah 3 KabupatenTingkat Partisipasi ...

Evaluasi Dinkes Riau, Inilah 3 KabupatenTingkat Partisipasi Masyarakatnya Rendah untuk Imunisasi

ada tiga Kabupaten di Provinsi Riau dengan tingkat partisipasi masyarakat untuk ikut imunisasi rendah.

Evaluasi Dinkes Riau, Inilah 3 KabupatenTingkat Partisipasi Masyarakatnya Rendah untuk ImunisasiTribunPekanbaru/TheoRizkySeorang anak tengah mendapatkan imunisasi polio di Pos Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Puskesmas Harapan Raya, Pekanbaru pada hari pertama, Selasa (8/3/2016). Pemberian imunisasi polio secara gratis hingga tanggal 15 Maret 2016 mendatang tersebut bisa juga didapatkan masyarakat di tempat pelayanan kesehatan bayi dan Balita lainnya, seperti Posyandu, Puskesmas Pembantu, Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA), serta berbagai pelayanan klinik kesehatan.

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Menurut pengalaman Dinas Kesehatan Provinsi Riau selama ini, ada tiga Kabupaten di Provinsi Riau dengan tingkat partisipasi masyarakat untuk ikut imunisasi rendah.

Tiga Kabupaten itu Meranti, Inhil dan Rokan Hilir.

Bila dibandingkan dengan Kabupaten/Kota lainnya tiga Kabupaten ini partisipasi masyarakatnya sangat rendah. Ini juga disebabkan kondisi daerah dimana akses masih jadi kendala.

Baca: Jalin Kebersamaan dengan Warga, Yopi Ajak Pejabat dan Warga Gotong Royong

Kemudian kesadaran masyarakat akan pentingnya memberikan imunisasi pada anak juga masih rendah, apalagi masyarakat ini biasanya berada di daerah yang jauh dari pelayanan kesehatan.

"Tiga Kabupaten di Riau, Indragiri Hilir, Meranti dan Roka n Hilir kami akui partisipasi masyarakat untuk imunisasi masih rendah,"ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir kepada Tribunpekanbaru.com Minggu (1/7/2018).

Mimi melihat pada masyarakat tersebut terutama yang jauh dari akses pelayanan kesehatan perlu pemberian kesadaran dan melibatkan tokoh masyarakat dan pemuka agama untuk mendorong keikutsertaan imunisasi.

Baca: Alhamdulillah, Pegawai Bersyukur Rencana Pencairan Gaji 13 di Lingkup Pemprov Riau

"Makanya kita mengajak masyarakat untuk ikut imunisasi itu dengan berbagai sektor dilibatkan, tokoh agama dan masyarakat dilibatkan, "ujar Mimi.

Karena dengan tingkat partisipasi imunisasi yang rendah bagi masyarakat di daerah pelosok Riau ini juga mengakibatkan tingginya angka bayi yang mengalami gangguan kesehatan.

Baca: Terkait Putusan Hakim Agung Terhadap Korban Salah Tangkap, Dody Siapkan Langkah Perdata

"Pengaruhnya kepa da kondisi kesehatan bayi, akan berbeda dengan daerah dengan partisipasi masyarakat untuk imunisasinya tinggi, "jelas Mimi.

Karena sebagaimana data tahun 2017 silam partisipasi masyarakat Riau untuk ikut imunisasi hanya 79 persen, dimana ditargetkan nasional 95 persen. Paling rendah partisipasi masyarakat untuk ikut imunisasi tersebut berada di daerah yang akses susah.

Baca: PPK Selesai Lakukan Penghitungan Suara, KPUD Inhu Akan Rekapitulasi Surat Suara Pada Tanggal Ini

Tahun 2018 ini, Pemerintah pusat melalui daerah memiliki rencana gelar Bulan Imunisasi pada Juli 2018 untuk Campak dan Rubella, dimana ditargetkan bagi 1,9 Juta anak di Riau dan Haris capai target 95 persen.

Penulis: Nasyuha Editor: Budi Rahmat Sumber: Tri bun Pekanbaru Ikuti kami di Merasa Diberhentikan tanpa Alasan, Wanita di Bekasi Protes hingga Polisi Pukul Kameranya Sumber: Berita Riau

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »