Kecam Pemadaman Lampu Jalan, DPRD: Riau Telah Berkorban ... | Liputan 24 Riau
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Kecam Pemadaman Lampu Jalan, DPRD: Riau Telah Berkorban ...

Posted by On 11:12 PM

Kecam Pemadaman Lampu Jalan, DPRD: Riau Telah Berkorban ...

Kecam Pemadaman Lampu Jalan, DPRD: Riau Telah Berkorban Banyak untuk PLN

Riau telah berkorban banyak untuk PLN. Pembangunan waduk PLTA Koto Panjang telah mengorbankan puluhan kampung.

Kecam Pemadaman Lampu Jalan, DPRD:  Riau Telah Berkorban Banyak untuk PLNTribun Pekanbaru/ Syafruddin MirohiLampu jalan atau Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Tuanku Tambusai tampak padam saat malam hari, Kamis malam (21/6/2018). Di sejumlah jalan lainnya juga PJU padam.

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Anggota DPRD Riau, Suhardiman Amby mengecam sikap pejabat PLN Wilayah Riau yang dinilai semena-mena dalam perihal memutuskanpadamka n lampu jalan Kota Pekanbaru.

Dikatakan Suhardiman, seharusnya pihak PLN tidak main putus dan padam langsung begitu saja penerangan lampu jalan.

Hanya karena keterlambatan pembayaran, masyarakat yang dirugikan.

Apalagi Pekanbaru merupakan pusat ibukota Provinsi Riau.

"Hampir setiap tahun saya perhatikan PLN itu mengancam dan memutuspadamkan lampu jalan di Kota Pekanbaru, hanya gara-gara keterlambatan pembayaran tagihan. Pekanbaru adalah wajah Ibukota Provinsi Riau, simbol peradaban melayu, jangan diperlakukan tidak adil, kami ingatkan bahwa Dirut PLN harus segera memgevaluasi pejabat PLN di daerah Riau," ujar Suhardiman, Senin (25/6/2018).

Baca: Jadwal Lengkap Siaran Langsung Piala Dunia 2018, Malam Penentuan Argentina

Baca: Lawan Langsung Kocar-kacir, Inilah Serka Ismail, Anggota Kopaska yang Terobos Kapal Perang Malaysia

Menurut Sekretaris Komisi V DPRD Riau ini, Riau telah berkorban banya k untuk PLN.

Dikatakannya, pembangunan waduk PLTA Koto Panjang telah mengorbankan puluhan kampung.

"Jangan lupakan sejarah pembangunan waduk PLTA Koto Panjang, rakyat berkorban dengan mengungsi karena pembangunan waduk tersebut telah menenggelamkan tanah perkebunan mata pencaharian rakyat, sekarang sudah seperti air susu dibalas air tuba," ujarnya.

Ia meminta agar pihak PLN tidak bertindak seperti kapitalis, hanya gara-gara terlambat membayar tagihan langsung main putus.

"Apa yang dilakukan oleh pihak PLN merupakan sebuah tindakan biadab dan telah melukai hati masyarakat Riau," ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh komponen di Riau untuk membuka mata dan jangan memandang sebelah mata persoalan ini, mengingat orang telah berulang-ulang kali menginjak harga diri Rakyat Riau.

"Kedepannya orang-orang yang mengisi jabatan pejabat PLN di Riau harus orang-orang yang beradab, silahkan pejabatnya dari pendatang, tapi setidaknya m engerti dengan kultur tatakarama di Bumi Melayu, Dirut jangan asal menunjuk orang untuk dikirim ke Riau," imbuhnya.

Baca: Hari Pertama Pembagian KTP Elektronik di GOR Tribuana Banyak Masyarakat yang Tidak datang

Baca: Mesir Pulang Tanpa Poin, Ini Hasil Lengkap Grup A dan B Piala Dunia 2018

Pihak DPRD menurut Suhardiman juga akan mencarikan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan lampu jalan di Kota Pekanbaru, jika perlu kedepannya seluruh lampu di Kota Pekanbaru harus menggunakan tenaga surya jangan lagi bergantung dengan PLN.

Sebagaimana diketahui, jalanan di Kota Pekanbaru gelap gulita akibat dipadamkan olah PLN, terkait masalah ini, Dirut PLN belum memberikan keterangan resmi atas kebijakan oknum pejabat/anak buahnya di Wilayah Riau yang telah melakukan pemutusan secara sepihak tersebut. (*)

Penulis: Alex Editor: Afrizal Sumber: Tribun Pekanbaru Ikuti kami di Perjuangan Wanita Hamil Selamat dari KM Sinar Bangun, Sempat Pegangan Tangan, Suami Belum Ditemukan Sumber: Berita Riau

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »