NuEnergy Akan Kembalikan Blok Rengat ke Pemerintah | Liputan 24 Riau
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

NuEnergy Akan Kembalikan Blok Rengat ke Pemerintah

Posted by On 11:38 PM

NuEnergy Akan Kembalikan Blok Rengat ke Pemerintah

  • Home
  • Berita
  • Energi

Energi

NuEnergy Akan Kembalikan Blok Rengat ke Pemerintah Salah satu pertimbangan mengembalikan blok tersebut adalah keekonomian. Blok migas ilustrasi Selasa 5/12/2017, 13.03 WIB Anggita Rezki Amelia Pertamina Minta Pemerintah Bayar Utang Subsidi Rp 30 Triliun Pertamina Sebut Penghapusan Premium Kebijakan Pengelola SPBU Pertamina Klaim Penjualan Pertamax Tak Terpengaruh Kenaikan Harga

Perusahaan energi asal Australia, NuEnergy Gas Limited berencana mengembalikan Bok Rengat di Riau. Alasannya adalah belum tercapainya keekonomian blok tersebut.

Berdasarkan ket erangan resminya, NuEnergy telah menyelesaikan pengeboran dua sumur eksplorasi. Ini sesuai dengan komitmen pasti yang dimiliki perusahaan dan tercantum dalam kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC).

Daftar newsletter Katadata sekarang! Dapatkan berita terbaru pilihan kami melalui email Anda setiap hari (Senin - Jumat). Saya setuju untuk menerima promosi dari produk & layanan Katadata. Kode Keamanan Baru Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya. Alamat email Anda telah terdaftar Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi Silahkan mengisi alamat email Silahkan mengisi alamat email dengan benar Masukkan kode pengaman dengan benar Silahkan mengisi captcha

Hasil pengeboran itu menunjukkan belum ada penemuan cadangan minyak dan gas bumi (migas) yang bisa memenuhi aspek komersial. Untuk itu perusahaan akan mengembalikan blok tersebut. “Perusahaan dan SKK Migas telah menyetujui untuk pengembalian blok tersebut setelah komitmen pasti dilaksanakan,” dikutip berdasarkan keterangan resminya, Selasa (5/12).

Saat ini, perusahaan memang sedang menyelesaikan laporan mengenai pengerjaan komitmen pasti kepada SKK Migas. Adapun, blok Rengat memiliki nilai tercatat bersih (net carrying value) sebesar US$ 10,1 juta. Namun, itu berdampak pada perusahaan, meskipun blok itu akan dilepas.

Pengembalian blok ini juga sejalan dengan strategi perusahaan yang akan fokus mengembangkan empat blok lainnya di Sumatera Selatan. Adapun keempat wilayah kerja tersebut yakni Tanjung Enim, Muara Enim, Muara Enim II, dan Muralim.

Sebenarnya NuEnergy memiliki kontrak di blok Rengat selama 30 tahun sejak 30 November 2009. NuEnergy mengelola blok ini melalui anak usahanya bernama Indon CBM Limited. Mereka memiliki hak kelola 100% di blok tersebut.

Blok ini terletak sekitar 125 kilometer (km) dari kota besar Pekanbaru. Luasnya mencapai 1048,3 kilometer persegi (km2). Blok ini dilintasi jalur gas utama ke Duri dan pasar gas lainnya di Sumatera Tengah dan Sumatera Utara.

(Baca: NuEnegy Ajukan Proposal Pengembangan Blok Tanjung Enim Akhir Tahun Ini)

NuEnergy sudah mengebor empat sumur gas alam dari batu bara (coal bed methane/CBM) dan 18 sumur konvensional. Selain itu juga melakukan kegiatan seismik di 18 bidang.

Artikel Terkait Pertamina Minta Pemerintah Bayar Utang Subsidi Rp 30 Triliun Dalam 10 tahun ke depan, Pertamina membutuhkan biaya hingga US$ 115 miliar untuk ketahanan energi di Indonesia. Pertamina Sebut Penghapusan Premium Kebijakan Pengelola SPBU Margin pengusaha SPBU dalam menjual produk Pertamina seperti Pertamax dan Pertalite lebih tinggi dibandingkan Premium. Pertamina Klaim Penjualan Pertamax Tak Terpengaruh Kenaikan Harga "Sampai sekarang tidak ada pengaruh ke penjualan Pertamax. Jadi kami optimistis masyarakat tetap beli,"kata Muchamad Iskandar.

Berita Terpopuler

Perdagangan GAP Tutup Semua Gerai di Indonesia Awal Tahun Depan Perusahaan yang menaungi distribusi produk GAP di Indonesia terafiliasi dengan Grup Saratoga. Digital BI Akan Pertegas Larangan Penggunaan Bitcoin Seluruh kegiatan transaksi, investasi, hingga fasilitasi jual-beli bitcoin akan dilarang. Keuangan Ditunjuk Jokowi, Robert Pakpahan Hadapi 5 Tantangan Robert Pakpahan memimpin Ditjen Pajak untuk mengejar target penerimaan pajak. Keuangan Google Bayar Pajak di Hari Terakhir Ken Jabat Dirjen Pajak Google membayar Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk Tahun Pajak 2015. Nasional Praperadilan Setnov Ditunda, KPK Dituding Kejar Pelimpahan Berkas Pengacara Setya Novanto keberatan dengan usulan penundaan praperadilan, dan menganggap KPK sengaja m ...

Opini

Madjedi Hasan Madjedi Hasan

Potensi Masalah Skema Kontrak Bagi Hasil Gross Split

Kishore Mahbubani Kishore

Sistem Pendidikan Perlu Adaptasi dengan Disrupsi Teknologi

Irvan Rahardjo Irvan Rahardjo

Setahun Restrukturisasi AJB Bumiputera Masih Jalan di Tempat

Sampe L. Purba Sampe L Purba

Mematut Potensi India, Pasar Raksasa Gas Dunia

Ignatius Haryanto Ignatius Haryanto

Kolaborasi, Solusi Menghadapi Disrupsi Industri Media

Baca juga Elia Massa Manik Energi Pertamina Minta Pemerintah Bayar Utang Subsidi Rp 30 Triliun Rapat Kabinet Makro Jokowi Utamakan APBN Bebas Korupsi daripada Opini WTP dari BPK BCA Keuangan BCA Siapkan Uang Elektronik Tanpa Top-Up untuk Bayar Tol Tech in Asia Digital Bahas Ekonomi Kreatif, Bekraf Undang Jack Ma hingga Jeff Bezos ke Bali Infomark Transparansi Tambang: Mulai 2020 Data Pemilik Wajib Dibuka Infomark Transparansi Tambang: Mulai 2020 Data Pemilik Wajib Dibuka Sektor Migas Tunggu Revisi Undang-Undang Infomark Sektor Migas Tunggu Revisi Undang-Undang Keterbukaan-Data , Indonesia-Masih-Tertinggal Infomark Keterbukaan Data, Indones ia Masih Tertinggal Izin Tak Layak, Penerimaan Negara Terhambat Infomark Izin Tak Layak, Penerimaan Negara Terhambat Sumber: Google News | Liputan 24 Rengat

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »