Dugaan Korupsi Pembangunan Tower Wifi, JPU Kejari Inhu ... | Liputan 24 Riau
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Dugaan Korupsi Pembangunan Tower Wifi, JPU Kejari Inhu ...

Posted by On 6:45 PM

Dugaan Korupsi Pembangunan Tower Wifi, JPU Kejari Inhu ...

RENGAT - Dirut CV Manangguk Talang Jaya (MTJ), Charfios Anwar yang juga mantan FK (fasilitator kecamatan) Rakit Kulim, Inhu, hanya bisa tertunduk setelah 'dihadiahi' hukuman 7 tahun penjara oleh JPU (Jaksa Penuntut Umum) Kejari Indragiri Hulu, Riau, Selasa (5/12/2017). Chafios dinilai terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi pembangunan tower wifi di 19 desa Kecamatan Rakit Kulim Inhu yang menyebabkan kerugian pada keuangan negara."Didalam requisitor (surat tuntutan), kita selaku JPU menyatakan terdakwa Charfios Anwar melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU RI tentang pemberantasan tindak pidana korupsi," kata Kajari Inhu, Supardi SH melalui Kasi Pidsus Ostar Al Fansri SH kepada GoRiau.com yang disampaikan JPU, RM Yusuf Trisan Jaya SH dan Rional Febri Rinaldo SH.Selain dituntut 7 tahun penjara, terdakwa juga didenda sebesar Rp200 juta subsider 3 bulan p enjara. Kepada terdakwa juga dibebankan uang pengganti sebesar Rp363.650.000 yang dikompensasikan dengan memperhitungkan hasil lelang 1 unit mobil Honda C-Rv milik terdakwa, sebut Jaya.AdsAdapun hal yang memberatkan bagi terdakwa adalah, terdakwa tidak mengakui perbuatannya, dan berbelit-belit dalam memberikan keterangan saat persidangan. Selain itu, terdakwa juga tidak berupaya untuk mengembaalikan kerugian keuangan negara, dan terdakwa dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan tindak pidana korupsi, terang Jaya.Sidang pembacaan tuntutan tersebut dihadiri oleh penasehat hukum terdakwa, dan dipimpin langsung Ketua Majelis Hakim PN Tipikor Toni Irfan SH. Dan sebelum mendengarkan vonis majelis hakim, pada sidang selanjutnya dengan agenda pledoi (pembelaan) oleh kuasa hukum, sesuai jadwal akan dilanjutkan pada, Selasa (12/12/2017) pekan depan, pungkas Jaya menerangkan. Sebagai mana diberitakan GoRiau.com sebelumnya, pasca ditetapkan sebagai tersangka, terdakwa itu telah ditahan oleh penyidik Kejari Inhu sejak, Senin 8 Mei 2017 lalu. Dan atas perbuatan terdakwa yang merupakan mantan FK (fasilitator kecamatan) tersebut, negara telah dirugikan sebesar Rp500 juta rupiah atas nilai proyek Rp1,1 miliar lebih.(Jef)loading...Sumber: Google News | Liputan 24 Rengat

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »