www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Disperindagkop Meranti akan Bahas Nasib Pedagang Dadakan di ...

Posted by On 2:44 PM

Disperindagkop Meranti akan Bahas Nasib Pedagang Dadakan di ...

Disperindagkop Meranti akan Bahas Nasib Pedagang Dadakan di Desa Alahair

keberadaan para pedagang dadakan yang menggunakan bahu di kanan-kiri jalan tersebut tidak medapatkan izin dari Disperindagkop.

Disperindagkop Meranti akan Bahas Nasib Pedagang Dadakan di Desa AlahairIstimewaLambang Koperasi Indonesia


Laporan Reporter Tribunpekanbaru.com, Guruh BW

TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG-Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Kepulauan Meranti belum belum berencana untuk menertibkan sejumlah pedagang yang berjualan di bahu Jalan Pelajar, Desa Alahair, Kecamatan Tebingtinggi.

Padahal, keberadaan para pedag ang yang mendirikan pondok-pondok tempat berjualan di bahu Jalan Pelajar tersebut mengganggu lalu lintas jalan.

Disperindagkop UKM Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Kabid Perdagangan, Suardi mengatakan, penindakkan tehadap para pedagang dadakan tersebut akan dibahas bersama Sekdakab Kepulauan Meranti, Yulian Norwis, DPU, Satpol PP dan Dishub.

"Jadi kami tidak bisa bertindak sendiri untuk menertibkan para pedagang dadakan tersebut sebelum ada rapat bersama. Dalam waktu dekat ini akan kami agendakan pembahasannya," ujar Suadi, Selasa (5/12/2017).

Ia juga menegaskan, keberadaan para pedagang dadakan yang menggunakan bahu di kanan-kiri jalan tersebut tidak medapatkan izin dari Disperindagkop.

"Meskipun hanya berjualan pada sore hari saja, namun mereka tidak diperbolehkan untuk berjualan di tempat itu. Apalagi lahan yang mereka jadikan tempat berjualan adalah bahu jalan," ujar Suardi.

Suardi juga menyarankan sejumlah pedagang yang berjualan di Jalan Pelajar tersebut untuk pindah ke Blok C di Pasar Modern Tanjung Harapan.

"Lapak di Blok C Pasar Modern masih ada yang kosong, cukup untuk menampung 50 pedagang lagi," ujar Suardi.

Untuk berjualan di Pasar Modern, lanjut Suardi, para pedagang cukup membayar retribusi pasar dan kebersihan masing-masing sebesar Rp1.000.

"Untuk sewa lapak, pedagang cukup membayar sewa lapak sebesar Rp18 ribu hingga Rp 36 ribu per bulan. Tidak terlalu mahal, terjangkau lah untuk pedagang kecil," ujar Suardi.

Penulis: Guruh Budi Wibowo Editor: M Iqbal Sumber: Tribun Pekanbaru Ikuti kami di Dituding Siarkan Langsung Pornografi Anak di Facebook, TKW Ini Alami Nasib Apes Sumber: Google News | Liputan 24 Selatpanjang

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »