www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Diduga Selewengkan Anggaran, Warga Minta Aparat Penegak ...

Posted by On 2:07 AM

Diduga Selewengkan Anggaran, Warga Minta Aparat Penegak ...

RENGAT - Warga Desa Japura, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, meminta aparat penegak hukum untuk menindak tegas mantan kepala desa mereka yang diduga telah menyelewengkan dana desa tersebut.Berdasarkan data dan informasi yang berhasil dirangkum GoRiau.com, Afrianti, saat menjabat sebagai Kepala Desa Japura diduga telah melakukan penyelewengan beberapa anggaran pembangunan. Bahkan, selama menjabat, Afrianti juga disebut tidak transparan dalam penggunaan anggaran desa. Setiap kebijakan yang diambilnya, tanpa melalui musyawarah dengan perangkat serta BPD desa."Dalam penggunaan anggaran, termasuk pelaksanaan pembangunan, Yanti (sapaan akrab Afrianti) terkesan semena-mena. Semuanya dia putuskan sendiri," kata beberapa tokoh Desa Japura yang identitasnya minta tidak disebutkan kepada GoRiau.com, Rabu (6/12/2017).AdsBukan itu saja, Yanti juga dinilai telah m enyelewengkan dana Polindes. Dari Rp32 juta yang tertera dalam RAB yang disalurkan hanya sebesar Rp5 juta rupiah. "Anggaran untuk Polindes itu tertera sebesar R32 juta, namun yang disalurkan hanya Rp5 juta dan itu hanya untuk pembelian timbangan bayi," ujar sumber GoRiu.com itu. Sebenarnya masih banyak hal yang menjadi tanda tanya besar masyarakat atas kebijakan mantan kades tersebut, baik itu realisasi pembangunan fisik maupun non fisik. Salah satu contoh adalah, pembangunan cucian sepeda motor yang terkesan hanya untuk menghabiskan anggran. Dimana, cucian sepeda motor tersebut dibangaun di lokasi yang sulit untuk dijangkau warga, tepatnya dibawah jembatan kembar Japura. "Pembangunan cucian sepeda motor ini sunggu sangat tidak masuk akal, karena letaknya dalam semak belukar. Sejak cucian itu dibangun, hingga saat ini belum sekalipun difungsikan," tegasnya. Dengan demikian ulas sumber itu, pihaknya meminta aparat penegak hukum, dalam hal ini Kejari Inhu dan Tipik or Polres Inhu untuk dapat memeriksa dan melakukan proses hukum terkait hal tersebut. Karena, semua itu dinilai sudah sangat merugikan masyarakat dan keuangan negara, pungkasnya dengan nada tinggi. Terkait hal itu, Afrianti selaku mantan Kepala Desa Japura yang bertanggung jawab penuh atas hal itu, masih belum bisa dikonfirmasi untuk menanggapi persoalan itu. Ketika GoRiau.com berupaya menghubungi, ponsel yang bersangkutan dalam keadan tidak aktif.(Jef)loading...Sumber: Google News | Liputan 24 Rengat

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »